Tugas Stela Tanah Minggu ke 4

Nama   : Rizqita Dhia Fairuza
NIM    : 165040207111025
Kelas   : M

TUGAS STELA MINGGU KE 4


Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0,4 cm2?
Jawab :
            Menurut Rayes (2007), tanah yang sudah diklasifikasikan menurut klasifikasi tanahnya akan digambarkan pada peta tanah menurut penyebarannya. Kemudian klasifikasi-klasifikasi ini akan digambarkan pada peta topografi. Sehingga memerlukan jenis informasi dan tingkat ketelitian yang akurat. Maka dari itu, Van Wambeke (1986) dalam Rayes (2007) menyarankan SPT terkecil hanya sampai 0,4 cm2, dimana tujuannya untuk memudahkan kita dalam mengerjakan peta tersebut dan tentunya masih dengan ketelitian yang akurat.

Apakah dibenarkan jika kita membesarkan peta analog dengan scanner atau fotocopy dari skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000 ?
Jawab :
            Tidak, karena pada peta cetak akan menghasilkan gambar yang pecah-pecah jika dipaksa untuk pembesaran dengan skala 1 : 50.000. Tetapi, jika pembesaran peta melalui citra stelit atau foto udara, memang dibenarkan. Karena untuk 1 : 250.000 biasanya untuk mengikuti satuan fisiografi dan delineasi landform di daerah survei. Sedangkan untuk 1 : 50.000 digunakan untuk interpretasi foto udara pada beberapa wilayah yang menjadi daerah kunci (key area), serta interpretasi dengan stereoskop, dimana pada pengamatan ini sudah berdasarkan tingkat land facet atau land elemen.

Berapa luas di lapangan untuk suatu SPT berukuran 0,8 cm2 pada peta berbagai skala seperti pada berikut :
Eksplorasi (1: 1.000.000), Peta ini memiliki luas tiap 1 cm2 pada petanya adalah 625 km2, maka untuk luasan dari 0,8 cm2 adalah 50.000 km2.
Perhitungan :
1 cm2 : 0,8 cm2 = 625 km2 : Y
Y = 0,8 cm2 x 625 km2 = 50.000 km2
Tinjau (1:250.000), Peta ini memiliki luas tiap 1 cm2 pada petanya adalah 625 Ha atau 6,25 km2, maka untuk luasan dari 0,8 cm2 adalah 5 km2.
Perhitungan :
1 cm2 : 0,8 cm2 = 6,25 km2 : Y
Y = 0,8 cm2 x 6,25 km2 = 5 km2
Semi detil (1:50.000), Peta ini memiliki luas tiap 1 cm2 pada petanya adalah 25 Ha atau 0,25 km2, maka untuk luasan dari 0,8 cm2 adalah 0,2 km2.
Perhitungan :
1 cm2 : 0,8 cm2 = 0,25 km2 : Y
Y = 0,8 cm2 x 0,25 km2 = 0.2 km2
Detil (1:25.000), Peta ini memiliki luas tiap 1 cm2 pada petanya adalah 6,25 Ha atau 0,0625 km2, maka untuk luasan dari 0,8 cm2 adalah 0,05 km2.
Perhitungan :
1 cm2 : 0,8 cm2 = 0,0625 km2 : Y
Y = 0,8 cm2 x 0,0625 km2 = 0,05 km2
Sangat Detil (1 : 5.000), Peta ini memiliki luas tiap 1 cm2 pada petanya adalah 0,25 Ha atau 0,0025 km2, maka untuk luasan dari 0,8 cm2 adalah 0,002 km2.
Perhitungan :
1 cm2 : 0,8 cm2 = 0,0025 km2 : Y
Y = 0,8 cm2 x 0,0025 km2 = 0,002 km2

Berapa intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada berikut :
Eksplorasi (1: 1000.000), Perencanaan tingkat Nasional dengan luas tiap 1 cm2 pada petanya adalah 625 km2.
Tinjau (1:250.000), Penyusunan rencana penggunaan lahan secara nasional dengan luas tiap 1 cm2 pada petanya adalah 625 Ha.
Semi detil (1:50.000), Penyusunan tata kabupaten/kota dan operasional untuk pertanian, perkebunan, dll dengan luas tiap 1 cm2 pada petanya adalah 25 Ha.
Detil (1:25.000), Penyusunan tata kecamatan dan operasional untuk pertanian, perkebunan, dll dengan luas tiap 1 cm2 pada petanya adalah 6,25 Ha.
Sangat Detil (1:5 000), Perencanaan dan pengelolaan lahan di tingkat petani serta intensifikasi penggunaan lahan kebun, dengan luas tiap 1 cm2 pada petanya adalah 0,25 Ha.



DAFTAR PUSTAKA

 Rayes, Luthfi. 2007. Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan. Yogyakarta : ANDI.

Comments