Prodi Agroekoteknologi #01
Come back again with me, gadis berkacamata yang hobi menulis!
Pertama-tama, aku mau minta maaf
banget buat readers aku kalau postingan aku tentang agroekoteknologi yang dulu
itu aku hapus. Alasannya klasik, sih, karena memang itu artikel masih berantakan.
Aku nulisnya pun juga asal-asalan dan nggak terkonsep sama sekali. Then, kali ini aku bakalan jelasin ulang
tentang agroekoteknologi supaya kalian bisa lebih paham lagi mengenai agroekoteknologi.
Agroekoteknologi adalah program studi
yang mempelajari tentang ilmu bertani, tumbuhan, tanah, hama dan penyakit
tanaman. Program studi ini pasti ada di seluruh universitas di Indonesia,
bahkan di luar negeri juga ada. Pasalnya, bertani adalah pekerjaan manusia yang
mampu menghasilkan beragam sayur, buah, kayu, dan lainnya. Hasil inilah yang
akan mendatangkan uang, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga,
banyak sekali petani Indonesia yang tetap berjuang untuk menghasilkan semua itu
tadi.
Banyak orang yang protes, kenapa, sih,
aku ambil program studi kuliah itu agroekoteknologi? Kenapa nggak manajemen? Akuntansi?
Ataupun sastra asing?
![]() |
| Salah satu foto yang aku ambil ketika fieldtrip. |
Sejujurnya aku ketika awal memilih
program studi ini, aku juga nggak paham, hanya sekedar tertarik saja. Begitu aku
paham kalau ini ada kaitannya dengan pertanian, aku langsung semangat. Kenapa? Jawabannya
klasik, kawan. Jadi, kala aku dulu masih kecil itu suka nonton berita di TV
terkait kenaikan harga cabai, beras, dan bahan pangan lainnya. Aku heran gitu,
kenapa semua itu bisa terjadi? Sesulit itukah membuat cabai yang banyak? Nah,
dari ingatan tadi, aku jadi ingin berperan gitu untuk orang-orang sekitar
terutama para petani di dekat rumahku. Sehingga, aku semakin semangat dalam
mempelajari semuanya. Meskipun nilaiku nggak selalu A, banyak C+ juga, tapi
setidaknya ilmu dan pengalaman itu aku dapatkan dan aku pelajari dengan
sebisaku. Anggapanku begini, nilai itu hanya hitam di atas putih, alias cuman
ijazah aja, dan pengalaman itu adalah hal yang tidak bisa digantikan oleh
apapun, ia akan menjadi bekal kita di masa depan. Sehingga, aku berpikiran
bahwa lebih baik aku memahami semua hal yang aku jalani, seperti fieldtrip dan praktek lapang, daripada
aku hanya memahami teori saja tapi di lapang nol.
Bukan berarti aku menganggap
yang lain itu hanya teori, bukan, tapi ini berkaitan dengan segala bidang dan
hanya anggapanku saja.
Semua orang pasti pernah merasakan
jenuh dan benar-benar ingin skip
semuanya. Aku juga kok, aku pernah mengalami masa-masa aku jenuh dengan semua
jadwal praktik lapang. Tapi, aku berusaha menjalani semuanya dengan baik. Bukan
pencitraan atau apapun, hanya saja, mau tidak mau ya harus dijalani. Syaratnya,
jangan mengeluh! Apapun itu kalau kalian mengeluh, jadinya akan semakin berat
dan berat banget. Caranya, tetap bersyukur dan berharap bahwa ketika kalian
melakukannya siapa tahu akan ada sesuatu hal yang tidak terduga. Apa itu? Terserah kalian
sih mau berharap sesuatu itu apa? Cuman kalau aku sih, karena aku suka banget
fotografi, ya, harapanku siapa tahu ada moment bagus yang bisa aku foto. Seperti
halnya sunset atau apa gitu.
Baiklah, sekian pembukaan tentang
agroekoteknologi. Maaf harus aku cut
sampai di sini dulu, karena aku paham kita orang yang tidak telaten baca
artikel panjang. Jadi, terima kasih buat semuanya yang sudah meluangkan waktu
untuk membaca. Kalau ada hal yang mau bahas lagi di postingan berikutnya,
silahkan komentar di bawah, nanti aku tampung dan aku jadikan bahan juga untuk
konten berikutnya.


Comments
Post a Comment