Business Experience




Come back again with me! Gadis berkacamata yang hobi menulis!

Tahun 2018 adalah tahun yang melahirkan cukup banyak entrepreneur baru untuk masa depan. Tentunya dengan berbagai tawaran produk baru. Ada yang bilang, seseorang bisa dikatakan entrepreneur jika ia mampu mengenalkan produk baru. But, I’m disagree about it. Menurutku, siapa saja bisa dikatakan entrepreneur jika ia tekun dan mau bekerja keras untuk mempertahankan usaha yang sedang ia jalankan. Karena pada dasarnya, berwirausaha itu memang membutuhkan keduanya (tekun dan kerja keras).

By the way, kalian pasti juga bertanya-tanya, kenapa kali ini aku membahas tentang entrepreneur? Jawabannya, karena aku ingin membagi kisahku di dunia entrepreneur pada kalian. Siapa tahu kalian tertarik untuk mencoba dan ingin merasakan juga sebagai entrepreneur. Sebelum itu, simak dulu yuk kisahku di dunia bisnis nan entrepreneur ini.

Aku menjalani bisnis sebanyak dua kali, masing-masing tentu dengan produk dan waktu yang berbeda. Kala itu aku memang tidak pandai perkara ekonomi, bahkan sangat menolak untuk mempelajari apapun terkait ekonomi. Tetapi, mama membantu aku dalam menjalani bisnisku yang pertama. Tentunya masih dengan pengetahuan terkait penjualan yang sangat awam. Apalagi tidak didasari dengan Business Plan atau semacamnya. Ribet, kan? Banget!


Beberapa produk yang aku jual, ketika aku kelas 11 SMA.
Kala itu aku kelas 11 SMA, hanya bermodalkan uang secukupnya dari mama dan ayah, pengetahuan awam terkait kebutuhan pasar, target konsumen, bahkan tidak punya bayangan bisnis ini mau di promosi ke mana dan akan diapakan untuk jangka waktu sebulan ke depannya. Ini benar-benar kesalahan fatal! Kalau kalian mau memulai bisnis, kalian harus tahu mulai dari kebutuhan pasar, target utama dari produk kalian, pertimbangan harga jual juga untuk bisa tepat pada sasaran, dan lainnya sampai rencana bisnis kalian selama sekian bulan ke depan. Kalau kalian tidak mempersiapkan semuanya, pasti bakalan gagal total.

Salah produk aku di semester 3, maafkan untuk fotonya ya :)
Selanjutnya, aku memulai bisnis lagi saat semester 3 di kuliah S1. Sejujurnya, ini adalah kesalahan lain yang aku baru tahu dan membuat aku benar-benar bersyukur sama Allah. Kenapa? Karena aku menerima ajakan orang yang salah untuk berbisnis. Ini pesan untuk kalian, kalau bertemu orang baru dan langsung diajak bisnis, HATI-HATI! Karena kita tidak tahu dia benar-benar orang yang baik atau hanya bermuka dua. Di sini bisnis aku hancur parah, karena si pemegang uang ini ternyata malah membawa kabur uang semuanya. Kalau diperkirakan ya uangnya cukup besar sekali. Bahkan ini olshop korea, kebayangkan, dari mulai uang untuk album korea sampai tiket konser. Aku juga sampai detik ini, sampai aku menuliskan artikel ini pun aku masih nggak percaya bahwa dia sejahat itu untuk membawa uang untuk tabungan konser boygroup asal korea itu di Jakarta. Parah banget! Aku dan temanku capek untuk menagih utang yang kita jadikan modal awal ke dia, akhirnya ya sudah, kami ikhlaskan saja, supaya Allah yang membalasnya nanti.

Ini pelajaran utama buat kalian semua tentang bisnis. Jadi, kalau mau buka bisnis baru, harus punya Business Plan, dan orang yang amat sangat kalian tahu seluk beluk dia. Supaya kalau ada apa-apa kalian bisa selesaikan masalah itu dengan baik. Sungguh, guys, aku masih tidak percaya dengan orang itu. Maaf, aku jadi baper, hahah...okay, thanks buat semuanya...



Sekian ceritanya, terima kasih yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca kisahku kali ini. Silahkan komentar di bawah, apapun itu aku perbolehkan, terlebih kalau ada usul terkait konten yang harus aku bahas berikutnya. So, see you in the next post!!

Comments

  1. Mungkin setelah di dunia bisnis bisa masuk dunia investasi juga riz hehee

    ReplyDelete
  2. Jadi harus pertimbangin sematang-matangnya kalau mau usaha, biar gak nyesal di kemudian hari, ya, kak. Makasih pengalamannya.

    ReplyDelete

Post a Comment