Dream Or Drama ?


Hai semua, udah sekian lama blog ini aku tinggalkan karena beberapa kesibukan dan salah satunya writer's block.

Kali ini aku akan menceritakan sebuah mimpi yang aku rasakan dan aku hadapi tadi siang. Ini bener-bener aneh, sih, karena entah kenapa 4 orang dari boygroup SF9, tiba-tiba mampir ke mimpiku dan berkaitan erat sama mereka. Nah, pas banget nih headset-ku lagi nyetel lagunya mereka yang berjudul "Enough". Ini gak sengaja, ya, tadinya aku dengerin lagunya Gfriend yang "Sunny Summer". Lagian playlist-nya juga ngacak sendiri, wkwk...

Lanjut, yuk, awal mula mimpi aku, aku masuk ke sebuah gedung yang depannya itu lumayan bagus. Kayak di Music Video-nya Gfriend yang berjudul "Rough", mirip banget sama itu. Okeh, ini fotonya buat kalian yang gak mau ribet harus stalking dulu.

Tapi ketika aku sampai di gedung yang sisi belakang, bener-bener rusak parah. Bahkan ada beberapa sisi gedung yang hancur berantakan, pecahan dindingnya udah hilang, bahkan kayak bener-bener hampir 1/3 gedung itu, belakangnya rusak total. Aku gak tau lagi kenapa gedung itu masih beroperasi dan digunakan kuliah.

Fakta pertama, aku sadar dan yakin banget kalau classmate-ku itu ada Rowoon SF9 dan Jaeyoon SF9. Aku akan kasih foto mereka di bawah ini,
Ini mas Jaeyoon, SF9, yak :)

Ini mas Rowoon, SF9

Aku sama Rowoon duduk sebelahan, Rowoon di sebelah kanan aku, dan sebelah kiri aku Jaeyoon. Aneh, sih, karena Jaeyoon tiba-tiba maju ke depan ruangan untuk presentasi. Kemudian, salah satu dosen cantik, aku tak tau dia siapa dan namanya juga aku tak tau, memintaku untuk mengambil sesuatu di atas bukit. Jadi bukit itu di belakang area perkuliahan, guys, aneh, kan? Aku bukannya takut sama hantu, tapi aneh, tiba-tiba belakang area kampus ada bukit.

Nah, kukira bukit hijau gitu, kan, bagus kayak di drama-drama. Ternyata bukit itu tumpukan dari tanah/pasir, aku tak tau, tapi warna-nya abu-abi gitu. Berhubung aku pake rok hitam panjang, nekat aja naik, ya, kan.

Fakta kedua, aku bawa tas dan satu buku tebal sekitar 500 halaman, gitu. Aku taruh lah tas itu di satu sisi bukit, supaya aku lebih gampang naiknya. Oke, aku inget, aku disuruh sama dosen itu untuk ngambilkan helm seseorang di atas bukit. Aneh banget, sih, tapi ya mau gimana? Mimpi ini bukan aku yang meminta. Setelah aku ambil helm itu, ternyata ada orang samperin aku, dia minta helm yang aku pegang, yauda aku kasih, kan, ya.

Fakta ketiga, setelah aku kasih helm itu ke orang yang minra. Aku turun ke kaki bukit. Entah kenapa, mata aku ketemu sama Youngbin, ini foto mas Youngbin.
Dia sama seperti foto di atas, rambutnya merah cuman dia pake kemeja merah hitam, motifnya kotak-kotak gitu. Kemejanya gak dikancing, dalamnya dia pake kaos putih oblong, gitu. Gak ada senyum, ya, gais, dia wajahnya datar. Beda sama foto di atas yang senyum manis, gitu. Pokoknya datar serem gitu...

Lanjut, kalian tau, setelah aku tatapan sama dia cukup lama, what happen?

Bukitnya yang jelas-jelas ada di sebelahku,
HILANG !!
Kesel banget, parah, aku sampe ngomel2 terus.

Fakta keempat, gara-gara mas Youngbin, tas dan buku yang aku taruh di bukit, ikutan hilang!
Gimana nggak pengen murka saya?

Kalian tanya, kan, mas Youngbin terus ngapain?
Jawabannya, dia diam saja di tempat waktu kami pertama kali bertatapan. Bahkan dia juga masih ngeliatin aku yang panik karena bukit itu hilang, dan berganti jadi RUNTUHAN GEDUNG!!

Fakta kelima, aku balik, nih, dengan pasrah. Aku pulang sendirian, tanpa mas Rowoon dan mas Jaeyoon. Ketika aku pulang, aku buka pintu, ada mas Zuho sama adek kecil cewek. Okeh, ini foto mas Zuho dan memang dengan rambut hitam dia.
Mas Zuho dengan santainya bilang ke aku, kalau suami aku lagi mandi. Aku terbengong dalam hati, kurang lebih begini. "Hah? Gilak, gue udah punya suami? Lah kapan gue married-nye?"

Fakta keenam, asli, sih, abis ini kalian bakalan ngatain aku kebanyakan nonton drama/film. Terserah opo omongmu, aku gak peduli, wong aku gak dadi parasit nak uripmu. Cuek ae! Titik dua huruf P!

Lanjut, nih, ke fakta keenam, aku tungguin tuh di ruang keluarga karena dekat sama kamar mandi. Jadi kalo di sofa ruang keluarga, kamu duduk hadap tv, toleh aja ke kanan, itu udah pintu kamar mandi. Gak lama, sih, aku nunggunya, begitu buka pintu, aku langsung pantengin. Kepo, ye, kan, siapa suami gue. Duh, jadi nge-gas, maap. Ternyata, mas Youngbin, gais, suami akoeh!

Oke, stop sampai sini, silakan hujat aku dulu.
Aku ikhlas, karena dosaku luntur akibat kalian hujat, HAHAHA...

Ini aneh, sih, parah, asli. Aku masih kuliah, dan bersuami, dimana suamiku adalah mas Youngbin. Ini bukannya aku seneng atau apa, coba pikirkan fakta keempat dan fakta kelima.
Okey, aku ringkas di sini, deh, aku tau kalian MALAS untuk scroll ke atas.
Fakta keempat, bukit ilang setelah aku eye contact dengan mas Youngbin.
Fakta kelima, aku ketemu mas Zuho dan ANAK perempuan, juga pernyataan dari mas Zuho bahwa aku adalah istri mas Youngbin.

Asal kalian tau, gais, aku saking takutnya. Dua hal yang menjadi tanda tanyaku,
1. Mas Youngbin itu siapa? (I mean, dia jelas bukan manusia biasa, pasti aneh-aneh, nih)
2. Bukit tadi ada hubungan apa sama mas Youngbin?

Pertanyaan kedua masih nggantung, ya, karena masih terjadi dua kali.

Fakta ketujuh, setelah berperang sama pikiran sendiri, aku capek, akhirnya aku kayak, "Ya udahlah, besok lagi dipikir daripada migrain-ku kambuh." Aku santai dong, di ruang keluarga, nah, mas Zuho datang dengan anak kecil tadi, herannya, anak kecil itu malah nempel banget sama mas Zuho. Dia juga gak ngelirik ke aku sama sekali. Ya udah lah ya, ngapain mikirin tu bocah wkwk...aku iseng, deh, main hp, terus ada hp nganggur di sampingku. Kutanyalah ke mas Zuho.
"Ini hp siapa?"
"Suamimu," katanya.
Auto dong, kubuka. Kan status udah suami, posesif boleh, lah, kali aja kejanggalan hari ini aku temukan di hp-nya. Ternyata malah gak nemu apa-apa, cman posisi hp dia lagi searching di google, entah apa, aku lupa. Karena aku mikir, gak penting. Oke, dari sini, aku tidak menemukan clue sama sekali.

Keesokan harinya, aku kembali ke kampus. Kali ini tanpa mas Rowoon dan mas Jaeyoon. Bener-bener sendirian, ngenes, ya wkwk...

Aku ke kampus, bukannya masuk ruangan malah kabur ke bukit belakang. Seperti dugaanku, bukit itu masih ada! Aku udah sebal sama mas Youngbin, udah kucamkan, kalau sampai aku liat mas Youngbin dan bukitnya hilang lagi, aku harus cari tahu sesuatu.

Jujur, ya, ini aku bangun tidur, kepalaku agak pusing, soalnya kebanyakan mikir di dunia mimpi. Penuh konspirasi(?) atau teori(?)
Itu pokoknya.

Aku mengitari kaki bukit, masih nyariin tas sama buku aku. Masalahnya aku lupa, apa saja isi tasku, bisa aja, kan, isinya ada sesuatu penting gitu. Nah, ketika aku muterin bukit, aku ketemu lagi sama mas Youngbin! Yap, seperti dugaan kalian, bukitnya hilang lagi. Capek, aku tu, udah muter-muter bukit, ngeliat dia eh bukitnya hilang. Bodo, ah, akhirnya ku ikhlaskan lah itu buku dan tas.

Fakta terakhir, aku ndak bisa menjelaskan secara rinci gimana perpindahan aku. Intinya, aku itu lagi shooting drama, ada mas Rowoon dan mas Youngbin. Makin absurd, tapi ya sudah, kunikmati saja. Kapan lagi mimpi ketemu artis, ye, kan?


Akhirnya selesai.
Setelah fakta terakhir, itu hanya penutup. Karena setelah fakta terakhir aku mendengar suara mama tercinta yang memanggil namaku sehingga aku bisa terbangun. Meskipun dengan malas dan badanku rasanya mau rontok. Yap, jangan lupakan kepala yang rasanya nyut-nyutan.

Thank you, buat kalian yang sudah membaca dari akhir. Ketahuan, kan, siapa yang memang demen baca dan siapa yang baca karena gabut, hehe..

Sampai jumpa di postingan berikutnya! *lovesign

Comments