Untukmu Yang Masih Bertanya Cara Menjadi Penulis



Permulaan untuk menekuni suatu pekerjaan memang tidak mudah. Apalagi kita masih belum punya pikiran, langkah apa yang harus kita ambil. Aku akan menceritakan bagaimana langkahku menjadi seorang penulis hingga akhirnya personal branding yang mulai melekat  dalam diriku adalah content writer, blogger dan content creator instagram. Penulis memang memiliki banyak tikungan di mana-mana, termasuk bimbangnya hati ingin menulis di platform apa dan apa yang ingin ditulis. Sebenarnya kalau diingat-ingat ini adalah hal yang sangat sepele. Hanya saja akan sangat ribet kalau kamu nggak memahami semua istilah yang ada di dunia kepenulisan.

Dua hal utama yang harus kamu siapkan sebelum terjun ke dunia mimpi adalah niat dan ambisi. Kalau nggak ada niat, kamu akan merasa malas banget untuk memulai. Begitu juga dengan ambisi, kalau semangat menulismu masih setengah-setengah, ya mau sampai kapan bisa jadi penulis terkenal? Ambisi itu tidak harus kamu menulis buku semalam suntuk, lembur selama 7 malam berturut-turut ataupun berhenti mendengar masukan dari orang lain dan terus menulis. Ambisi yang aku maksudkan di sini adalah semangat kamu untuk menulis setiap harinya. Jangan absen pokoknya!

Menulis itu tidak harus di Microsoft Word, Notepad atau buku tulis. Kamu bisa menulis di platform yang lain, seperti Twitter, Instagram atau bahkan Blog. Ini juga yang perlu kamu lakukan, selagi kamu memulai menulis, tolong jangan dengarkan ketentuan apapun dulu selain ketentuan dari EBI. Kenapa? Karena nanti kamu bisa pusing sendiri, menulis memang bukan sesuatu hal yang sulit, juga bukan sesuatu hal yang gampang, Medium juga enggak. Pokoknya susah-susah gampang, deh! Aku kasih tahu, ya, kamu itu kalau nulis nggak usah mikir dulu siapa yang mau baca dan gimana reaksi orang lain. Namanya juga menulis, sama seperti pintu kayu yang harus dipoles dulu biar cantik, kinclong nan aduhai. Kalau kamu memulai nulis aja ribet mikirin ini itu. Kapan mulainya?

Stop sampai di sini kalau kamu masih ngeyel, kalau menulis itu harus mikirin ketentuan ini itu. Aku kasih tahu sekali lagi, ini bukan perkara kamu sebagai penulis handal. Aku masih membahas kamu, iya, KAMU yang masih dilema antara nulis enggak, ya, nulis enggak, ya. Gini, lho, jangan bimbang! Menulis itu tidak merugikan orang lain kok, menulis juga bukan suatu hal yang sia-sia. Jadi kenapa lagi harus bimbang?

Mulai sekarang install google calendar dan buat jadwal menulis selama 2 jam setiap hari. Caranya lewat goals, terus pilih write dan everyday. Kenapa, sih, harus menulis setiap hari? Biar otakmu nggak beku. Karena gini, kalau kamu kelamaan nggak nulis konten tapi tiba-tiba kamu maksa nulis konten. Ntar yang ada kontennya jadi gak bermutu. Nah, terus sekarang tugasmu adalah menulis. Apapun isi kepalamu pokoknya DI-TU-LIS! Terserah mau nulis di mana, everywhere, senyamanmu, sak pewe mu.

Kenapa? Masih beralasan lagi? Tak ada laptop? Memori hp yang kecil? Sekarang berdiri, ambil kertas sama pulpen! Masih nggak punya pulpen? Pinjem tetangga! Mau alasan lagi?

Mohon maaf, begini, ya, para calon penulis hebat!

Kalau kalian mau nulis aja masih banyak alasan dan pilih-pilih terus.
Kapan mau sukses?
Kapan mau punya karya?

Udah, sana, sekarang nulis!
Jangan bikin kesel sama pertanyaan "Gimana cara jadi penulis?"

Comments