Untukmu Yang Sedang Merasa Dibenci Orang Lain


Aku tidak ingin menghujatmu yang sedang berkecil hati sekarang, karena memang bukan itu tujuanku menuliskan ini. Aku sangat mengerti bagaimana perasaanmu ketika orang lain dengan gamblang memperlihatkan kebenciannya padamu. Aku pernah merasakannya. Termasuk sekarang.

Aku juga tidak ingin terlalu banyak curhat di sini, karena aku yakin kita sudah sama-sama tahu bagaimana rasanya dibenci oleh orang lain.

Bolehkah aku memberitahumu beberapa kalimat kebencian mereka kepadaku secara langsung dan lantang?

"Aku nggak mau sekelompok sama Rizqita. Pokoknya jangan! Yang lain saja."

"Kamu diam, deh! Kamu itu nggak akan mengerti apa yang sedang aku bahas sama mereka."

"Ngapain kamu ke sini? Sana pergi! Jangan mengganggu aku dan squad-ku!"

"Jijik tau berteman sama kamu! Aku nggak sudi!"

Baiklah, stop sampai di sini. Aku nggak mau membuatnya semakin panjang. Luka hati lama, memang sudah sembuh, hanya saja ingatan di pikiran yang masih terus mengendap, membuatku kesulitan untuk melupakannya.

Jangan, kan, untuk melupakannya, membuatnya untuk berhenti berpikir saja sudah sangat sulit.

Tapi tunggu, bukan ini maksudku.

Aku pengen kamu tahu, bahwa sesungguhnya kamu, aku dan mereka sudah memiliki porsi kehidupannya masing-masing. Kamu boleh, kok, mengkhawatirkan kehidupanmu, apakah baik-baik saja atau tidak. Tapi jangan sampai kamu terobsesi berlebihan. Karena segala hal yang berlebih itu tidak baik.

Inilah yang harus kamu ingat, pikiranmu, perkataanmu, tindakanmu dan seperti apa mimpimu, hanya kamu yang bisa menentukan.

Tidak ada seorang pun yang bisa merubahnya. Peringatan dan nasehat itu hanya suara saja, kalau kamu tidak memikirkan suara-suara itu, tetap tidak ada yang berubah dalam diri kamu.

Sehingga, kamu perlu yang namanya pengendalian diri sepenuhnya. Seperti, berhenti mendengarkan ejekan orang lain, bersyukur atas apa yang sudah kamu punyai, beri hadiah kepada dirimu yang sudah berhasil mencapai keinginan kecilmu, serta berterima kasih kepada orang-orang yang sudah mendukungmu.

Ketika kamu sudah menguasai dirimu, bukan berarti kamu menjadi orang yang tidak tahu kata maaf.

Ingatlah tiga kata ini dalam hidupmu, terima kasih, tolong dan maaf.

Kata ajaib yang aku rasa, kamu pun sudah paham apa perbedaannya tanpa kujelaskan lebih detail lagi. Sehingga aku minta sama kamu untuk jangan lupa, ya!

Ingatlah kata-kata ini ketika kamu lagi-lagi sedang merasa nge-down,



Selasa, 2 Juni 2020
19.29 WIB
Nganjuk, Jawa Timur

Comments